
Pontianak – Risiko penyempitan pembuluh darah sering kali berkembang tanpa disadari hingga memicu gangguan kesehatan yang lebih serius. Berangkat dari tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) mengembangkan ATEROSTOP, sebuah rancangan perangkat biomedis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk mendukung deteksi dini aterosklerosis pada arteri karotis.
Inovasi ini berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Tahun Anggaran 2026. Melalui ATEROSTOP, tim menawarkan pendekatan yang menggabungkan beberapa indikator kesehatan dalam satu perangkat portabel sehingga proses screening tidak hanya bergantung pada satu jenis pemeriksaan.
Aterosklerosis merupakan kondisi ketika pembuluh darah mengalami penyempitan akibat penumpukan plak. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tekanan darah, kadar glukosa darah, dan kadar kolesterol. Pada arteri karotis, perubahan aliran darah akibat penyempitan pembuluh dapat menghasilkan bunyi khas (bruit) yang berpotensi menjadi salah satu indikator dalam proses deteksi dini.